Product
More
Legal
© 2026Daily24.All rights reserved.
Indonesia memangkas besaran ekspor gas ke Singapura sejak Sabtu (24/10). Pengurangan ini berasal dari Natuna sebesar 15 Billion British Thermal Unit per Day (BBTUD) dan Sumatera sebesar 16 BBTUD. Seperti ditulis detikFinance, kebijakan ini berkaitan dengan pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang membuka opsi setop ekspor gas ke negara tetangga. Langkah ini menyusul pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait mode bertahan alias survival mode.
Survival mode ini kemudian diterjemahkan oleh Bahlil sebagai usaha negara untuk menjaga kebutuhan BBM dalam negeri. Dengan demikian, langkah ini merupakan bentuk pemerintah untuk menjaga kebutuhan masyarakat. Berkaitan dengan langkah ini, seberapa mendesak sebenarnya kebutuhan tersebut, dan apakah pengurangan ekspor ini cukup signifikan untuk menyelesaikannya? Simak ulasannya bersama Pakar EkonomI Energi Universitas Gadjah Mada, Fahmy Radhi.
Ayo tonton dan share detik ini juga!
click our website :
- detikcom: https://www.detik.com
- 20detik: https://20.detik.com
Follow official account detikcom di:
- Twitter: https://twitter.com/detikcom
- Instagram detikcom: https://instagram.com/detikcom
- Instagram 20detik: https://www.instagram.com/20detik/
- Facebook detikcom: https://www.facebook.com/detikcom
- Facebook 20detik: https://www.facebook.com/20detik
tidak usah didengar pendapat orang bodoh dan tidak ada patriotismenya,pokoknya gas pool maju trus pemerintah RI.
Lebih baik kita mensuplai hasil bumi kita untuk saudara kita yg sedang memperjuangkan kemerdekaan nya dari pada memberi kepada negara yg tidak ada terima kasihnya mengingat bagaimana perjuangan kita dahul
Pemerintah Harus Menyelesaikan Sesuai Dengan Kontrak Ke Negara Luar Baru Di Tinjau Kembali, Begitu Pula Impor Bisa Di Ambil Dari Negara Lain
Untung tak seberapa rugi pun tak seberapa tpi kehormatan bangsa tak bisa di kompromi kan
Rakyat Indonesia lebih mendukung lagi tutop total Gas ke Singapora antek asing mereka menipu Indonesia terus , kenapa kinerja kok setengah2 nanggung Indonesia Negara Besar rakyat mendukung sekali lebih tegas lagi pak Bahlil ....
Ngapain di pangkas di putus aja langsung biar listrik mati di Singapura.
Negara kecil koh ditakuti & nkri harus hidup mandiri jgn tergantung sama negara yg mengambil keuntungan semata
Sudah saat nasionalis dibangun.sadar hai para pejabat.kita tidak bisa tergantung sama negara kecil.harus mandiri.
Kita malah untung tidak memberinya karena hasil bumi cukup untuk ketahanan NKRI boleh saja diberikan tapi mereka harus bisa menghargaI Rakyat Indonesia
Klo gas banyak tapi kebutuhan dalam negeri belum cukup..krn gas djual diluar dari pada keperluan dalam negeri..
Klo dapet pembeli langsung tanpa broker ya pasti lebih menguntungkan...singapurakan cuman jadi broker sda kita
Oalah pak pak.... Ngajar aja di Singapur sana
Gas begitu banyak ..tapi gas 3 kilo masih antri dan mahal Klo diagen 20 ribu Diluar dari agen 35 ribu sampai 40 ribu..ini untuk wilaya balikpapan..
Pak Bahlil ada yang aneh .negara kita penghasil nikel terbesar di dunia tapi laboratoriumnya di uganda
klu ada negara yang mau gas dari indo nesi harus pakai syarat
Sejak kapan indo beli BBM ke singapur
Kita mau takut sampai kapan untuk ketahanan energi.masak indonesia takut sama singapura yg gak ada bbm nya.mereka itu kan calo.ini harus bangun dari tidur.hai para pejabat kita seharus nya pikir masalah energi.
Klau soal harga dri bgs tdk ada lagi istilah Untung rugi betul Singapur salah1investor terbesar di Indonesia tapi jujur tdk ada dampak positif bgi kesejahteraan rakyat malah kebalik justru Singapur yg kaya raya dri hsl sumber daya alam kita
Indonesia akan bontong malah terondol...siap2 diseret kepengadilan antara bangsa kerna ingkar kontrak...
Ngaur apa yg dipersoalkan apa yg dijawab tdk jelas.